Haha :D mungkin kata ini agak sedikit berlebihan (LEBAY) tapi inilah satu kata yang kita ucapkan, saat kita benar-benar dalam keadaan yang sangat nyaman dekat dengan seseorang yang spesial.
Inilah saya, Feiriana Rona Yasmin seorang yang ga cukup ngeTOP di sekolah, prestasi ku juga tak terlalu menonjol di sekolah, tetapi aku punya keingin yang melambung-lambung. haha
"Rona... ikut gue ke perpus yu?" ajak sahabat ku yang sedikit mengagetkan.
"Ha-hayu..." kata ku singkat
"Eh Ron, tadi gue ketemu Rino loh di kantin, keliatan nya dia buat ulah lagi." bisik teman ku
"Rino-Rino dia memang susah kalau di bilangin, udah biarin lah hayuu" ajak ku sambil menarik tangan Yuri.
Sebenarnya aku khawatir, ingin sekali aku kesana memberikan bantuan padanya. Tapi aku ga berani, semenjak aku pacaran dengan nya banyak orang khusus nya cewe semua sinis pada ku sampai ada yang ngancem aku.
"Memang aku sejelek apa sih?" kata kutiba-tiba
"Kata siapa kamu jelek, kamu cantik ko cuma orang shirik aja yang bilang kamu jelek, kenapa?" tanya nya heran
"Oh tidak" kata ku sambil tersenyum
"Aduh bodo-bodo kenapa bisa keceplosan gini sih?" kataku sambil menunduk
Fedrino Egitya Pratama dialah seorang cowo idaman semua cewe, dia emang ganteng, keren, manis, putih, tinggi pokonya WAW! banget deh, aku juga bingung kenapa dia bisa suka sama aku ya? padahal kan aku....
"Ron, lihat deh novel nya, ini novel yang kita cari kemarin kan?" kata Yuri membuyarkan lamunanku
"Oh iya, haha benar kenapa kemarin tidak ketemu ya?" kata ku sambil mengaruk-garuk rambut yang tak gatal
"Kemarin di pinjam orang mungkin" katanya sambil melihat-lihat halaman novelnya
"Ya mungkin" kata ku singkat
Rino pernah bilang pada ku kalau aku itu cewe biasa di mata orang lain, tapi luar biasa di mata nya. Hati ku pernah terbang tinggi karena pujian itu, tapi tak pernah aku angggap serius biasanya kan cowo ganteng itu kan PLAYBOY apalagi cowo level Rino. Tapi selama ini aku melihat dia tidak pernah berbuat sesuatu yang buruk terhadap ku dan hubungan kita.
Walau pun aku selalu menghindar dari dia, tapi dia tetap ga marah, dia itu tau nya aku menghindar itu karena aku lagi ingin sendiri, padahal itu 100% salah. Sebenarnya bukan itu yang buat aku ngehindar aku kan selalu gengsi kalau harus jalan bersama dia, udah mirip pangeran dan pembantunya, yaa itu pikir ku selama ini kalau berdua dengan Rino.
"Hey sayang, ngelamunin apa sih? bagi-bagi dong biar kita ngelamun bareng" katanya sambil sedikit membungkukkan tubuh jangkung nya
"Rino... ga lucu ah, semua khayalan ku pada kabur tuh, cepet cari semua sana!" kataku sambil berbalik badan
"Jangan marah dong my princess, hehe maaf deh maaf" katanya sambil memenataprapatkan telapak tangannya
Sejak kapan dia ada disini, panjang umur juga ini anak, tiba-tiba muncul, akupun akhirnya berbalik badan.
"Jangan gitu lagi, aku gak suka!" kataku smbil cemberut
"Iya iya... sini deh Ron, gue mau ngomong" katanya sambil menarik tanganku
"Aduh gak usah ditarik deh, sakit tau! mau ngomong apa?" kataku sambil melirik kanan-kiri, untung ini perpus, jadi aku gak gengsi kalau berdua sama Rino, syukurlah.
"Mamaku ingin ketemu kamu.."katanya sambil tersenyum
JLEB!!!!!!
"Ma-ma-ma-mu!!!" kataku sambil terbata-bata
"Iya" katanya meyakinkan
"Aku sibuk!" jawabku singkat, sebenernya bukan itu alasannya, tapi aku sangat gengsi berdua dengannya, apalagi ini OMG!! ketemu mamanya Rino, oh engga-engga deh
"Kenapa?" katanya sedikit putus asa
"Eh itu ada itu tugas yang belum....." belum seleai aku bicara Yuri memanggilku
"Ron, ayu udah bel nih." katanya dari kejauhan
Huh, untunglah kau penyelamatku Yuri.
"Rin, gue ke kelas dulu ya." kataku sambil beridir dan mengumpulkan buku-buku
"I-iya, ntar pulang bareng ya." katanya sambil membantu membereskan buku
"Adek lo?" kataku sambil menatap muka Rino
"Adek gue mau ke Mall dulu beli kado buat temennya, jadi mobil gue kosong" katanya sambil tersenyum.
"I-iyadeh." kataku ragu
"Oke sayang." katanya sambil sedikit mengacak-acak rambutku
"Gue duluan yaYuri"
"Yo sip." kata Yuri singkat
* * * *
bel pulang berbunyi, seluruh murid berhamburan pulang, sebenernya aku malas pulang karena dianter Rino. Entah kenapa karena perasaanku yang selalu aneh ini membuat akau nampak acuh pada Rino.
"Rona gue duluan ya.." kata Yuri beranjak pergi
"Ya, hati-hati" kataku sambil melambaikan tangan dan melihat Yuri mulai menghilang di kerumunan
Aku sangat mencintai Rino, tapi kenapa Riono harus setampan itu, aku malu sendiri kadang aku heran, dia pernah malu gak ya jalan denganku?
tok-tok-tok terdengar suara ketukan pintu
"Sejak kapan kamu disitu?" kataku sambil kaget
"Baru kok. Pasti kamu lagi buat khayalan lagi?" katanya sambil mengajakku pergi dari kelas
"Hi Rino, kok pulang bareng itik udik sih? Mending pulang bareng gue!" kata salah seorang cewek yang lewat
"Kau......." belom sempat Rino melanjutkan katanya, aku langsung menutup mulut Rino dan menariknya ke mobil
"Kenapa lo lakuin ini? gue nggak suka lo digituin! gue gak suka!" katanya sedikit kesal
"Cewek itu bener." kataku sambil meneteskan air mata
"Cewek itu 100% salah, gue kan pernah bilang lo itu luar biasa dimata gue Ron, ge sayang lo, tolong jangan dengerin kata orang!" katanya sambil menghapus air mata di pipiku
"
Dari situ aku percaya bahwa Rino benar-benar mencintai aku, aku baru menyadari bahwa cinta bukan lah sekedar formalitas tetapi itu semua berawal dari hati. Tak peduli angin, hujan atau apapun yang mencoba memisahkan kami, karena biarpun kami berpisah, cinta akan tetap selalu bersama.
~I LOVE YOU RINO~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar